Mesin Foto Copy Canon

Canon Inc. yang bermarkas di Tokyo ini adalah sebuah perusahaan Jepang yang mengkhususkan bergerak dalam bidang produk gambar dan optik, termasuk kamera, mesin fotocopy, dan printer komputer.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1933 dengan nama 精機光学研究所 (Seiki-kougaku-kenkyuujo atau Laboratorium Peralatan Optik Presisi) oleh Yoshida Goro dan adik iparnya, Uchida Saburo. Perusahaan ini awalnya didanai oleh Takeshi Mitarai, teman dekat Uchida. Tujuan awalnya adalah untuk mengadakan riset dalam pengembangan kamera berkualitas.

Pada bulan Juni 1934, mereka mengeluarkan kamera pertamanya, Kwanon, dinamakan atas Dewi welas asih Buddha. Pada tahun berikutnya perusahaan ini mengubah namanya menjadi Canon karena dilihat lebih modern daripada nama sebelumnya.

Canon adalah produsen produk-produk imaging yang mencakup printer, scanner, teropong, kamera digital, film dan kamera digital SLR, lensa dan perekam video. Bagian Solusi Bisnis tersebut menawarkan solusi cetak dan dokumen bagi usaha kecil dan menengah, perusahaan besar dan pemerintah.

DeVito / Verdi dipekerjakan untuk pemenang penghargaan dan kampanye lucu dengan konsep “Jika bisnis itu mudah, Anda tidak membutuhkan kita,” Saingan utama Canon termasuk Nikon, Konica Minolta, Leica, Pentax, Olympus, Sony, Epson, Kodak, Hewlett-Packard, dan Xerox.

 

Kamera Digital

Canon sudah memproduksi dan mendistribusikan kamera digital miliknya semenjak tahun 1984, dimulai dengan model RC-701. Seri RC ini kemudian diikuti oleh PowerShot dan IXUS yang merupakan seri dari kamera digital.

Proses Mesin Fotocopy

Secara singkat proses mesin fotocopy ada 6 proses, yaitu:

  1. Charging: Dalam proses ini, permukaan drum disinari dengan menggunakan sinar (Corona) yang bertegangan tinggi sekitar 25.000 – 30.000 volt DC.
  2. Exposing: Proses scan dokumen, kemudian hasil scan tersebut direfleksikan ke permukaan drum yang sudah disinari dalam proses charging dan terbentuklah laten image (tidak bisa dilihat oleh mata).
  3. Developing: Dalam proses ini tinta kering (toner) ditaburi ke permukaan laten image tadi, jadi terbentuklah image (bisa dilihat oleh mata).
  4. Transfering: Dalam proses ini, image yang sudah terbentuk di transfer dari permukaan drum ke kertas.
  5. Fusing: Memanggang sambil mem-pres image yang sudah di transfer ke kertas, sehingga hasil copy tidak luntur.
  6. Cleaning: Proses pembersihan permukaan drum dan penetralisir tegangan elektrostatik untuk proses copy berikutnya.

Sejarah Penemuan Mesin Fotocopy

Sejarah awal penemuan mesin fotocopy (photocopy dalam bahasa inggris) diawali oleh penelitian dan percobaan yang sangat panjang. Awalnya penemu sistem Xerographyi, Chester Carlson, mengawali pekerjaannya sebagai penyalin dokumen paten di sebuah perusahaan analisis paten. Carlson berpikir untuk mempercepat pekerjaannya yaitu dengan membuat sebuah alat yang bisa mencetak dokumen secara berulang-ulang. Ia pun membaca konsep elektrofotografi, yang sekarang kita kenal sebagai mesin fotocopy.

Chester Carlson

Pada tahun 1938, ia membuat eksperimen kecil yang memanfaatkan bubuk jelaga (karbon) dan penyinaran cahaya dan memindahkan suatu tulisan dari sebuah medium ke medium yang lain. Ia juga menggunakan konsep yang disebut photo-conductivity, yaitu sebuah proses perubahan elektron (partikel subatom yang bermuatan negatif, umumnya ditulis sebagai e) jika terkena cahaya. Intinya adalah dengan proses ini, gambar bisa digandakan dengan proses perubahan elektron tersebut.

Sebagian besar literatur menyebutkan, temuan Carlson menciptakan proses mengkopi dengan menggunakan energi elektrostatik, yaitu xenography. Nama xenography berasal dari bahasa Yunani, radical xeros (kering) dan graphos (menulis). Karena, dalam prosesnya tidak melibatkan cairan kimia, tak seperti teknologi sebelumnya. Melalui teknik ini, Chester Carlson telah menemukan cara yang merombak paradigma penulis ulangan sebuah dokumen, yang nantinya akan menjadi proses yang disebut fotocopy. Teknik ini kemudian dipatenkan pada 6 Oktober 1942.

Selama beberapa tahun, ia mencoba menyempurnakan temuannya ini. Meski sangat berguna, mesin elektrofotografi ini tidak diminati banyak orang, karena mesin tersebut dianggap tidak memiliki masa depan yang menjanjikan. Chester yang berhasil membuat alat itu harus berjualan konsep bertahun-tahun lamanya agar mesin fotocopy itu bisa dijual di pasaran. Berbagai perusahaan besar seperti Kodak yang menjual peralatan dan proses pemotretan, IBM (International Business Machines Corporation), dan GE (General Electric Company) menolak temuan itu.

IBM Logo

Kodak Logo

General Electric Logo

Setelah hampir putus asa, Chester mendapat mitra pertama Batelle Memorial Institute yang bersedia memodali dengan dana dan usaha dan kemudian bersama-sama berhasil meyakinkan Haloid (sebuah perusahaan menengah Haloid Corporation), New York yang menjual kertas foto mau menjadi mitranya untuk mengembangkan temuannya.

Haloid Company First Logo

Haloid Company merasa bahwa kata “Electrophotography” terlalu sulit dan tidak memiliki nilai jual. Setelah berkonsultasi dengan professor bahasa klasik di Ohio State University, Haloid dan Carlson mengubah nama prosesnya menjadi “Xerography”, yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti “tulisan kering”. Haloid menamakan mesin fotocopy barunya sebagai “Xerox Machines”. Pada tahun 1948, kata “Xerox” menjadi merek dagang. Haloid kemudian mengubah nama perusahaannya menjadi Xerox Corporation. Salah satu produk awal Xerox adalah Xerox 914, mesin fotocopy otomatis pertama yang menggunakan proses xenography. Dinamai Xerox 914 untuk merujuk pada kemampuan mesin dalam mengcopy kertas dengan ukuran 9 inci x 14 inci.

Xerox 914

Xerox 914 dapat mengcopy hingga 100 ribu kertas per bulan, sangat populer di kalangan masyarakat pada masa itu. Produk ini menyumbang pendapatan perusahaan hingga 60 juta dolar AS. Kesuksesan itu membuat perusahaan memutuskan untuk mengubah namanya dari Haloid menjadi Xerox pada 1958. Hingga kini Xerox merupakan perusahaan mesin fotocopy dan printer terkemuka di dunia. Produk yang dihasilkan perusahaan yang kini bermakas di Stamford, Connecticut, AS itu pada 2006 lalu berhasil membukukan pendapatan 15,9 miliar dolar AS. Jumlah karyawannya mencapai 53.700 orang, tersebar di dunia.

Xerox Company Logo

Toner berwarna mulai muncul pada tahun 1950an, walalupun mesin foto copy berwarna belum tersedia secara komersial sampai 3M mengeluarkan mesin foto copy berwarna pada tahun 1968, yang menggunakan proses sublimasi pewarna daripada teknologi elektrostatik konvensional. Mesin foto copy warna elektrostatik pertama dirilis oleh Xerox (Xerox Phaser 6500) pada tahun 1973. Foto copy berwarna menjadi perhatian pemerintah karena fasilitasnya yang dapat memalsukan uang dan dokumen lainnya.

Xerox Phaser 6500

Pada awal tahun 1950, RCA (Radio Corporation of America) memperkenalkan variasi pada proses yang disebut electrofax. Electrofax adalah suatu proses dimana image yang terbentuk langsung di atas kertas dilapisi khusus dan diberikan toner tersebar di cairan.

Radio Corporation of America Logo

Canon MF4122

Perbandingan sewa dan beli

Kenapa harus menyewa mesin foto copy daripada membeli?

Inilah perbandingan membeli dan menyewa mesin foto copy

Bila membeli:

  1. Umur pemakaian mesin fotocopy, bila sering dipakai spare-parts akan mengalami aus dan menuntut penggantian (harga spare-parts mahal)
  2. Mesin fotocopy bila sudah masanya, jika ingin dibuang sayang, tetapi dijual tidak ada harganya
  3. Seiring dengan tuntutan pemakaian, spesifikasi mesin fotocopy yang dibeli sudah tidak memadai
  4. Tidak perlu sekaligus keluar dana yang besar membeli mesin fotocopy, karena menyewa sama saja membeli dengan cara mengangsur

Bila menyewa:

  1. Setiap kerusakan spare-parts, vendor (yang menyewakan) akan menggantinya tanpa dikenai biaya tambahan terhadap penyewa (kecuali kerusakan yang disebabkan oleh pemakai, seperti kertas jammed dicongkel yang menyebabkan fixing film sobek atau bottom roller sobek), maka dianjurkan bila kertas jammed atau masalah kerusakan lainnya segera menghubungi teknisi.
  2. Bila memerlukan spesifikasi fotocopy yang sesuai dengan kinerja kantor yang bertambah, tinggal negosiasi ulang untuk penggantian mesin fotocopy.
  3. Sewa fotocopy sesuai budget tiap bulan.
Canon MF5730

Keterangan spesifikasi Mesin Foto Copy

  • ADF ( Automatic Document Feeder) adalah tempat meletakkan dokumen yang ingin di copy, dokumen yang ingin di copy bisa ditumpuk di ADF, lalu ADF akan menarik dokumen satu persatu

    Automatic Document Feeder

  • Tempat kaset adalah tempat menaruh kertas-kertas kosong
  • Kapasitas toner tergantung dokumen yang ingin di copy, makin sedikit tulisan berarti toner makin hemat, makin banyak tulisan berarti penggunaan toner makin boros (hindari copy dokumen dengan kertas latar belakang berwarna, boros toner)